Ada Penyimpangan Anggaran di Pembangunan Underpass Kartini?

Jakarta, Klikanggaran.com (06/12/2017) - Klikanggaran.com pernah mempublikasikan adanya penambahaan anggaran dari Rancangan APBD 2018 untuk pembangunan underpass Mampang - Kuningan sebesar Rp 33 miliar, dan pembangunan Underpass Matraman - Salemba sebesar Rp. 15 miliar.

Ternyata, penambahaan anggaran dalam Rancangan APBD 2018 itu bukan hanya buat dua pembangunan underpass seperti disebutkan di atas. Tetapi, pada rancangan APBD 2018, alokasi anggaran untuk pembangunan Underpass Kartini juga ditambahkan, dan tercatat sebesar Rp21.550.000.000.

Padahal pada tahun 2016 Dinas Bina Marga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta sudah merealisasilan anggaran sebesar Rp91.104.660.000 untuk Pembangunan Underpass Kartini.

Dan, pekerjaan Underpass Kartini ini dimenangkan atau sudah dikerjakan oleh PT. Modern Widya Tehnical yang beralamat di Graha Multi Modern, Jalan Cikini Raya No. 44 Jakarta Pusat.

Diketahui alokasi anggaran sebesar Rp 21,5 miliar banyak dipergunakan untuk belanja gaji. Seperti Inspector sebesar Rp125.400.000. Kemudian untuk belanja gaji Surveyor sebesar Rp115.500.000. Selanjutnya untuk Tenaga Ahli Madya Golongan III-A sebesar Rp124.575.000, dan belanja gaji pegawai untuk Tenaga Ahli Muda Golongan II - A sebesar Rp274.725.000.

Dengan adanya penambahaan anggaran besar-besaran untuk belanja tenaga ahli ini, wajar jika publik curiga pada pemenang proyek (PT. Modern Widya Tehnical), dan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Karena seharusnya pembangunan Underpass Kartini tidak boleh lagi ditambah alokasi anggarannya, lantaran sudah harus tercantum dalam APBD 2016.

Dengan telah dilakukannya penambahan anggaran untuk Underpass Kartini, diduga ada penyimpangan anggaran, yang sebaiknya diperiksa oleh Kejati DKI Jakarta.

 

(Baca juga : Indikasi Penyimpangan Anggaran Rp 118 M di Proyek Underpass Ini)

(Baca juga : Ada Indikasi Mark Up Proyek Underpass Mampang - Kuningan)

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Anggaran

More Articles