Arema FC dapat Untung, Kemnaker Bikin Negara Buntung, Kapan Disidik Nih, Pak Jaksa?

Jakarta, Klikanggaran.com (21/10 /2017) - Pada akhirnya Arema FC bisa mengimbangi Sriwijaya FC dengan kedudukan imbang 1 - 1 di stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Jumat (20/10/2017) kemarin sore.

Dengan berhasil menyamakan kedudukan 1 - 1 ini, maka pertandingan laga kali ini sangat menguntungkan Arema FC. Dan, keuntungan Arema FC tersebut adalah bisa membatalkan kemenangan Sriwijaya FC, dan mendapat satu poin, serta menggeser posisi mitra kukar dari peringkat kesembilan dalam klasemen Liga 1. Padahal, Arema dan mitra Kukar sama-sama memiliki 43 poin dari 30 laga yang sudah mereka mainkan hingga sejauh ini. Sedangkan Sriwijaya harus puas tetap berada di peringkat ke - 12 dengan 38 poin dari 30 lagi.

Tentu saja, dengan mendapat dua keuntungan dari laga pertandingan ini, membuat fans pendukung Arema FC begitu gembira. Tidak seperti publik atau buruh, yang benar-benar jauh dari kata gembira, dan cenderung tidak menyukai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), yang dipimpin oleh Hanif Dhakiri.

Karena, di Kemnaker setiap tahun melakukan pemborosan anggaran yang oleh publik dinilai "gila-gilaan". Untuk perjalanan dinas atau jalan-jalan ke luar negeri, Kemnaker pada tahun 2016 menghabiskan anggaran sebesar Rp 23,8 miliar, dan pada tahun 2015 sebesar Rp 23,7 miliar. Jadi, dari tahun 2015 ke 2016 anggaran jalan-jalan ke luar negeri menghabiskan 0,49 persen, atau Rp117.225.368.

Sedangkan perjalanan dinas atau jalan-jalan di dalam negeri, pada tahun 2016 menghabiskan anggaran sebesar Rp 506,6 miliar, dan pada tahun 2015 sebesar Rp 586 miliar. Dari tahun 2015 ke tahun 2016, nafsu jalan-jalan mengalami penurunan 12.5 persen atau sebesar Rp 79,3 miliar.

Dugaan publik, penurunan anggaran jalan-jalan ini, tentu bukan disebabkan Menteri Hanif Dhakiri sedang melakukan penghematan anggaran. Tetapi, salah satu penyebabnya adalah adanya pemotongan anggaran.

Untuk itu, publik meminta kepada Kejaksaan Agung, untuk segera melakukan penyidikan realisasi perjalanan dinas Kemnaker yang total tahun 2016 dan 2015 sebesar Rp 1 triliun lebih. Dan, segera panggil saja Menteri Hanif Dhakiri untuk dimintai keterangan.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Anggaran

More Articles