Belanja Infrastruktur yang Sangat Besar Berpotensi Dimark Up?

Jakarta, Klikanggaran.com (13/10/2017) - Mengutip salah satu pernyataan ekonom senior, Faisal Basri, yang mengatakan bahwa potensi krisis ekonomi itu muncul karena belanja infrastruktur negara yang sangat besar.

Mungkin salah satu penyebab krisis ekonomi negara ini adalah adanya pembengkakan belanja pada Kementerian Perhubungan. Dimana pada setiap pekerjaan atau pembangunan infrastruktur yang dikerjakannya ada saja permasalahan yang ditemukan.

Pekerjaan di Kementerian Perhubungan kali ini yang menjadi sorotan Klikanggaran.com yaitu, adanya indiasi mark up yang merugikan negara. Misalnya saja pada tahun 2015 atas pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas Dermaga Pelabuhan Rembang Terminal Sluke.

Dari pekerjaan itu saja diduga telah ada mark up sebesar Rp2.827.099.475 karena kelebihan pembayaran. Selain itu, Klikanggaran.com menemukan permasalahan lainnya yang menunjang dugaan mark up sebesar Rp 2,8 miliar pada pekerjaan tersebut. Di antaranya adalah:

Pertama, ditemukan adanya proses lelang pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan. Misalnya saja, panitia meluluskan peserta lelang walaupun personel yang diajukan dalam dokumen penawaran tidak dilengkapi dengan surat pernyataan bersedia ditugaskan pada pekerjaan yang dilelangkan, padahal hal tersebut disyaratkan.

Kedua, kelebihan perhitungan dan kekurangan volume pekerjaan pada pelaksanaan pembangunan.

Ketiga, ditemukan adanya pemahalan harga dan pengadaan yang melebihi dari kebutuhan.

Maka, dengan adanya dugaan mark up di Kemenhub ini, semoga aparat hukum mau mendengar keluh kesah dari rakyatnya untuk menyelidiki permasalahan di atas.

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Anggaran

More Articles