Gimana Ini? Aplikasi SIRENA di BNN Tak Bisa Diandalkan, Negara Boros 10 M

Jakarta, Klikanggaran.com (06/12/2017) - Sistem Informasi Pendataan Pasien dan Layanan Rehabilitas Secara Online (SIRENA) pada Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) dan program rehabilitas bagi penyalahguna dan pencandu narkoba yang dibiayai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), ternyata tak bisa diandalkan.

Terbukti, menurut data yang diperoleh Klikanggaran.com, pemanfaatan aplikasi SIRENA sejauh ini baru sebatas input klien di tahun 2017. Dari data stastistik dashboard aplikasi SIRENA per tanggal 24 Maret 2017 baru teriput sebanyak 506 residen dari seluruh Indonesia.

Padahal, masih banyak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang belum memanfaatkan aplikasi SIRENA tersebut. Bahkan, data lain menunjukkan rendahnya persentase data pasien rehabilitasi. Periode tahun 2017, sesuai data dari Deputi Bidang Rehabilitasi, dibandingkan dengan yang telah terinput dalam aplikasi SIRENA hanya sebesar 14,12% dan hanya sebesar 1,49% dari data seluruh pasien per 31 Desember 2016, ditambah pasien per Maret 2017.

Artinya, maksud dan tujuan pelaksanaan pengadaan aplikasi SIRENA, yaitu menyediakan perangkat sistem informasi yang lengkap dan informatif tentang pecandu narkoba seluruh Indonesia, yang dipakai dalam pengambilan kebijakan BNN, tidak tercapai.

Maka sepertinya tidak salah jika publik mengklaim, informasi yang dihasilkan dari aplikasi SIRENA tidak dapat diandalkan. Sehingga tidak dapat digunakan dalam percepatan pengambilan keputusan.

Selain itu, anggaran yang direalisasikan oleh Direktorat PLRIP pada Deputi Bidang Rehabilitasi BNN atas kegiatan tersebut melalui Belanja Modal berupa Pekerjaan Pengadaan Perangkat Sistem Informasi Pendataan Pasien dan Layanan Rehabilitasi Secara Online (SIRENA) dengan nilai kontrak sebesar Rp10.953.721.900, menjadi pemborosan keuangan negara saja.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Anggaran

More Articles