Rossi Raih Posisi Kedua di MotoGP Australia, Negara Raih Kerugian dari Kemenperin?

Jakarta, Klikanggaran.com (23/10/2017) – Sangat disayangkan, Valentino Rossi, pembalap berusia 38 tahun ini hanya berhasil menempati posisi kedua di MotoGP Australia, Minggu (22/10/2017).

Sedangkan Rider Repsol Honda Marc Marquez meraih posisi pertama, mengungguli Rossi serta rekan setimnya Maverick Vinales. Hasil tersebut membuat Marquez mengoleksi 269 poin di puncak klasemen.

Untuk menempati posisi kedua, Rossi harus berjuang keras dalam persaingan sengit mengejar Maverick Vinales dan Johann Zarco di lap terakhir.

Walaupun Rossi mengakui telah tampil bodoh di lintasan balap MotoGP Australia ini, dan hanya memperoleh posisi kedua, tapi Rossi sudah menunjukkan penampilan terbaiknya sejak pulih dari cedera patah kaki bulan lalu.

Rossi sempat tidak ikut MotoGP San Marino, tapi memaksa diri untuk beraksi pada seri berikutnya di Aragon dan hanya menempati posisi kelima. Sedangkan untuk MotoGP Jepang, Rossi sama sekali gagal memetik poin.

Hasil perjuangan Rossi pada posisi kedua ini menunjukkan Rossi masih yang terbaik bagi para pengagum dan timnya. Tidak seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang diduga punya program fiktif dan merugikan negara.

Bicara soal program yang diduga fiktif di Kemenperin, kita fokus dulu pada proyek pembangunan “Tank Farm di kawasan Industri Sei Mangkel”. Realisasi anggaran untuk proyek ini adalah sebesar Rp54.205.478.000.

Dari dokumen yang dimiliki Klikanggaran.com diketahui bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan bernama PT. Dharma Perdana Muda (PT. DPM). Perusahaan ini sudah melakukan addendum kontrak selama 3 kali dengan Direktorat PPI Wilayah III Kementerian Perindustrian. Alasannya, karena tidak sanggup mengerjakan proyek tersebut.

Oleh karena tidak sanggup mengerjakan proyek Tank Farm sesuai dengan waktu yang ada dalam kontrak, maka PT. Dharma Perdana Muda harus didenda sebesar Rp 343,2 juta sebagai denda keterlambatan selama 68 hari dalam mengerjakan proyek tersebut.

Selain itu, PT. Dharma Perdana Muda dalam mengerjakan proyek Tank Farm ternyata ada modus dalam pengurangan terpasang, sehingga berpotensi merugikan keuangaan negara sebesar Rp416.247.562.

Dari proyek pembangunan Tank Farm di kawasan Industri Sei Mangkel ini memperlihatkan, Kemenperin yang dipimpin oleh Menteri Airlangga Hartarto kurang mampu dalam pengelolaan anggaran dan proyek. Hal ini terlihat dari banyak hal yang dinilai publik tidak beres. Seperti misalnya, masa kontrak saja sampai 3 kali diaddendum. Dan, adanya potensi kerugian negara sebesar Rp 416 juta.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Anggaran

More Articles