Trump Masuk Daftar Miliarder yang Nilai Asetnya Turun

Jakarta, Klikanggaran.com (3/4/2017) – Setelah resmi terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-45, mengalahkan Hillary Clinton pada Selasa 8 November 2016 lalu, nama Trump kian melejit. Dia terkenal dengan kerajaan bisnisnya, The Trump Organization. Dalam satu kesempatan pun, Trump yang memiliki bisnis properti, hotel, kasino, dan hiburan ini mengatakan, “Salah satu bagian kecantikan saya adalah, saya sangat kaya.”

Tetapi, apa kata majalah Forbes?

Donald Trump, sekarang sudah harus puas dengan US$3,5 miliar (Rp 46,6 triliun). Setelah menjadi Presiden AS, Donald Trump mencatatkan penurunan aset. Kabar yang dilansir Forbes menyebutkan bahwa aset Trump berkurang US$ 1 miliar, yakni dari US$ 4,5 miliar menjadi US$ 3,5 miliar. Alhasil, posisi Trump dalam daftar orang terkaya di dunia merosot dari peringkat ke-336 pada 2016 menjadi ke-544 tahun ini.

Forbes mengatakan, anjloknya US$1 miliar (Rp 13,3 triliun) kekayaan Trump itu disebabkan pasar properti AS yang sedang lambat. Seperti dilansir Washington Post pada Selasa, 21 Maret 2017, hasil riset Forbes mengatakan bahwa nilai real estate di Midtown Manhattan turun, demikian pula kekayaan Donald Trump.

Sebanyak 40 persen kekayaan Trump memang berasal dari real estate miliknya di Midtown Manhattan. Aset ini sudah mencakup properti terkenal, Trump Tower, dan delapan gedung lain. Menurut Forbes, meski sudah menyatakan mundur dari kegiatan bisnis setelah menjadi presiden, Trump tidak melepas kepemilikan aset-asetnya.

"Bisnis hotel masih sangat baik. Demikian pula klub golf," kata Eric Trump, anak pertamanya, saat dimintai tanggapan.

Atas pernyataan tersebut, Redaksi Forbes sudah menduga hasil penilaian pihaknya akan dibantah pihak Trump. Editor Forbes, Randall Lane, mengatakan bahwa selama ini Trump selalu mengacaukan penilaian. Salah satunya dengan memasukkan klaim "nilai merek", yang bersifat kualitatif dan sulit diukur. Padahal, kata Lane, tim Forbes sudah menelusuri aset-aset tersebut secara periodik. Tim pun melakukan penilaian bersama puluhan pakar dan mengkonfirmasi hasilnya bersama perwakilan Trump.

Selain Trump, Forbes mencatat ada 78 miliarder yang terpental dari daftar tahun ini. Menurut majalah bisnis ini, gejolak harga minyak dunia dan volatilitas pasar modal adalah penyebabnya.

Gonjang-ganjing bursa saham di China pun membuat 33 miliarder terpental dari daftar Forbes. Hung Yau Lit adalah salah satunya. Dia mengalami penurunan aset dari US$ 1,3 miliar pada 2016 menjadi US$ 745 juta tahun ini.

Kemudian ada Elizabeth Holmes yang juga harus menelan ludah pahit. Asetnya yang mencapai US$ 3,6 miliar lenyap sama sekali setelah dia terjerat masalah hukum. Perusahaannya, laboratorium Theranos, dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika karena tidak memberi layanan dan produk sesuai dengan iklan. Harga saham Theranos pun merosot dan Holmes kehilangan aset.

 

Bisnis

More Articles