Papua Merana, Copot Dirut Pertamina!

Jakarta, KlikAnggaran.com - Menanggapi kesenjangan tarif BBM di Papua yang tidak merata, banyak komentar dan kritikan yang masuk ke instansi yang menangani perminyakan tersebut. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam hal ini diwakili oleh Said Abdullah mengatakan bahwa perbedaan tarif Pertamina tersebut sangat tidak wajar.

 

"Harga BBM di Papua tidak adil, copot Dirut Pertamina," ujar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Masih menurut Said, idealnya harga BBM di seluruh daerah sama, tidak perlu dibeda-bedakan. Jika ada selisih tarif, tidak seharusnya ada jarak yang jauh. Harga dari barat sampai timur Indonesia seharusnya sama.

"Padahal pendapatan pegawai di daerah pun tidak jauh lebih besar daripada yang ada di Pulau Jawa. Seharusnya disamaratakan di seluruh Indonesia. Kalau selisih sekitar 15 sampai 20 ribu itu masih wajar, tapi kalau sampai 100 ribu, di mana rasionalitas kita? Gaji PNS-nya sama kok," ujar pria berkepala plontos ini.

Dalam laporan yang didapatkan, minimnya infrastruktur dan gejolak konflik menyebabkan adanya ketimpangan sosial yang ada di Bumi Papua ini. Di Pulau Jawa infrastruktur lengkap, di Papua susahnya minta ampun. Udah gitu beli BBM harga 100 ribu lagi, yang ada makin merana saja rakyat Papua.

Sebenarnya rakyat Papuan butuh kesamarataan saja dengan daerah yang lain. Kesamarataan dari segala hak yang dimilikinya, terutama hak untuk mendapatkan kesejahteraan. Apa bedanya dengan harga semen di sini? Di sini 1 sak 60 ribu sedangkan di sana satu juta seratus. Kalau seperti ini, kasihan masyarakat Papua.

"Papua hanya butuh keadilan," tegasnya.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Kebijakan

More Articles