Di Tangan Pria Ini, Sampah yang Bau Menjadi Sumber Uang

Depok, Klikanggaran.com (21/2/2017) - Apabila Anda memasuki Jalan Persahabatan, Studio Alam, Sukma Jaya,  Depok, Jawa Barat nanti, Anda akan menemui bangunan yang di samping dan belakangnya terbuka. Tempat itu penuh    dengan pelet (umpan ikan) yang dihampar. Anda boleh menutup hidung apabila tidak tahan dengan baunya. Tetapi, justru di situlah nikmatnya bagi  Rudi Murodi. Membuat sampah yang bau itu menjadi uang.

Berbagai macam sisa makanan dari bekas restoran, hotel, bahkan pabrik, ditampung oleh Rudy, kemudian diolah menjadi pelet (makanan ikan), kemudian dijual ke petani-petani Depok. Bahkan sampai ke kota-kota yang ada di Jawa Barat.

Kenapa harus limbah sampah yang diolah? Apakah tidak ada bahan baku lain yang lebih higienis dan tidak bau? Pria yang pandai bergaul ini punya alasan kuat untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermafaat.

"Dengan perkembangan jumlah penduduk yang begitu cepat, produksi sampah yang dihasilkan juga ikut bertambah. Jika kita tidak ambil bagian dalam penanggulangan sampah, sepertinya kreatifitas dan kepedulian yang ada pada diri kita wajib dipertanyakan," kata Rudi Murodi sambil memencet-mencet Hp-nya.

Rupanya, Rudi Murodi, petani ganteng di Depok ini memiliki ide untuk mengolah sampah dari limbah makanan menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Ini dilakukan sekaligus untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan sampah.

"Awalnya saya adalah pembudidaya ikan yang selalu membeli pakan dari pabrikan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, pakan terlalu mahal sehingga biaya produksi di budidaya terlalu tinggi. Sehingga sulit bagi saya meraih keuntungan dari berbudidaya ikan," tambahnya.

Sejak itu, di tahun 2011 dia mulai mencoba mengolah limbah makanan organik menjadi pakan ikan dan ternak. Awalnya pakan yang dibuat hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan dan ternaknya sendiri. Dengan modal percaya diri, Rudi melakukan hal tersebut dibantu 2 orang karyawan.

Seriring dengan berjalannya waktu dan modal percaya diri yang kuat, akhirnya  produksi pakan selain untuk ternaknya  sendiri, sebagian pakan hasil produksinya dijual.

"Bukan hanya di wilayah sekitar, tapi saat ini kami sudah banyak pelanggan dari luar daerah. Bahkan kami sudah memiliki 10 orang karyawan yang membantu kami dalam produksi pakan," tutur Rudi.

Tidak cukup dengan memproduksi pelet saja, pria yang dikenal ganteng di kalangan perikanan Depok ini juga menyediakan ruang dan waktu untuk melatih calon-calon wirausaha baru  yang mau memproduksi pelet dari bahan baku limbah.

"Kami siap untuk membantu melatih masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pakan ikan dan ternak," tuturnya.

Sebagai wiraswasta yang peduli dengan lingkungan, Rudi berharap pemerintah daerah mau mendukung program yang sedang dijalaninya.

 

Komunitas

More Articles