Hari Buku Sedunia: Indonesia Harus Berbenah

Jakarta, Klikanggaran.com (23/4/2017) - "Buku adalah Jendela Dunia", adalah salah satu istilah umum yang hampir punah gaungnya, khususnya bagi bangsa Indonesia. Dalam rangka Hari Buku Sedunia, perlu rasanya kita mengingat kembali bahwa membaca adalah bagian dari buku. Peran membaca merupakan esensi utama dari penerbitan dan hak cipta atas buku.

Bangsa yang maju kaya akan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan didapat dari membaca. Maka teruslah membaca dan menulis untuk membangun cakrawala dan peradaban dunia. Indonesia harus berbenah.

Hari Buku Sedunia merupakan hari perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 23 April yang diadakan oleh UNESCO. Hal ini ditujukan untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta. Perayaan ini jatuh pada hari Kamis pertama setiap bulan Maret di Inggris. Hari Buku Sedunia dirayakan pertama sekali pada tanggal 23 April 1995.

Peringatan Hari Buku Sedunia merupakan tanda penghargaan atas penulis terkenal seperti Miguel de Cervantes  di Spanyol, William Shakespeare, dan Inca Garcilaso de la Vega.

Di Indonesia sendiri, Hari Buku diperingati pada 17 Mei. Hari Buku Nasional merupakan ide Menteri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fadjar, sejak 2002. Hari tersebut bertepatan dengan peringatan pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta pada 17 Mei 1980.

Terkait buku, teringat pesan Mohammad Hatta, "Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas".

 

Komunitas

More Articles