Belanja Makanan di Rumah Bupati Kutai Kertanegara Itu Sebesar Rp 1,5 Miliar

 

Jakarta, Klikanggaran.com (27/9/2017) - Seperti telah kita ketahui, Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari, yang baru-baru ini dijadikan tersangka oleh KPK, adalah seorang yang punya paras cantik dan anggun. Publik tentu tahu, yang namanya merawat kecantikan itu harganya mahal sekali. Butuh anggaran yang mahal agar sebuah kecantikan tetap terjaga dan wajah tetap enak dilihat.

Namun, kini Bupati Rita Widyasari ditahan oleh KPK, bisa-bisa perlahan paras  ayu dan kecantikannya meluntur, karena pikirannya bukan lagi pada merawat kecantikan tubuh. Pikiran tentu saja harus terfokus pada banyaknya menjawab pertanyaan penyidik KPK, agar bebas dari julukan tersangka. Mungkin itulah saat ini yang ada dalam pikiran seorang Rita Widyasari. Hanya mungkin...

Jangankan untuk merawat paras ayu dan kecantikan wajah, kata seorang publik, bagi Rita Widyasari saat ini, untuk makan sepiring saja, kemungkinan tidak enak, tidak punya nafsu makan gara-gara pikiran harus menghadapi gelar tersangka.

Padahal, mungkin untuk seorang Rita Widyasari di Kabupaten Kutai Kertanegara, yang namanya menjaga "nafsu" makan itu sangat penting dan diutamakan. Kalau bisa harus makan tiap hari. Hal ini terlihat dari laporan yang diterima Klikanggaran.com bahwa Sekretaris Daerah (Setda) Kutai Kertanegara di 2016 dan 2017 saja, harus mengeluarkan anggaran Rp1.524.000.000. Anggaran ini hanya untuk belanja bahan pokok makanan untuk kebutuhan di Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati. Dan, anggaran belanja makanan ini harus disiapkan oleh negara, bukan dari kantong pribadi.

Secara rinci, APBD Kutai Kertanegara tahun 2016 harus mengeluarkan anggaran untuk belanja bahan pokok makanan sebesar Rp732.000.000. Sedangkan pada tahun 2017 belanja untuk bahan makanan sebesar Rp792.000.000. Jadi ada kenaikan untuk belanja bahan makanan dari tahun 2016 ke tahun 2017 sebesar Rp60 000.000.

Anggaran sebesar Rp 1,5 miliar ini hanya untuk kebutuhan makan saja, sedangkan untuk kebutuhan lain seperti minuman atau minuman dalam kemasan, ada anggaran yang juga disiapkan dalam APBD.

Pertanyaan publik saat ini, kenapa sih, hanya untuk kebutuhan makan saja anggarannya harus dikuras dari APBD, bukan dari kantong pribadi?

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Korupsi

More Articles

Medsos Klikanggaran