KPK Sita Rp 149 Juta, Kadisdik Kabupaten Nganjuk Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jakarta, Klikanggaran.com (27/10/2017) – Seperti telah diketahui, Bupati Nganjuk, Taufiqurahman, sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli jabatan. Selain Taufiqurahman, KPK juga sudah menetapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Nganjuk, Ibnu Hajar, sebagai tersangka.

Dari OTT KPK di hotel kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, KPK menyita tas berisi uang sekitar Rp149.120.000 dari tangan Ibnu Hajar. Diduga, uang tersebut ada kaitannya dengan jual beli jabatan atau untuk memuluskan perekrutan dan pengelolaan aparatur sipil negara (PNS) di Kabupaten Nganjuk.

Uang suap sebesar Rp 149,1 juta itu juga diduga berkaitan dengan promosi, mutasi, dan alih status kepegawaian di lingkungan Kabupaten Nganjuk.

Melihat jabatan dan karir di kalangan Kabupaten Nganjuk yang "dibisniskan" atau diduga ada suap menyuap tersebut, maka proyek-proyek di lingkungan dinas pendidikan, jangan-jangan juga "dibisniskan'?

Misalnya saja seperti proyek "pembangunan pagar SMPN Satu Atap Lengkong", dengan realisasi anggaran sebesar Rp226.583.000. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Gunung Mas yang beralamat di Dusun Jabung, Desa Sidorejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Dari informasi yang diterima Klikanggaran.com diketahui, ternyata proyek yang dikerjakan oleh PT. Gunung Mas ini berpotensi merugikan keuangaan negara sebesar Rp54.859. 000. Karena anggaran yang diajukan terlalu besar dan mahal, sehingga juga sangat menguras keuangaan negara.

Selain itu, PT. Gunung Mas ini disinyalir tidak layak menang lelang pembangunan pagar SMPN Satu Atap Lengkong, karena dalam pengajuan penawaran harga, bukan pada nomor satu. Tetapi, menempati posisi nomor 7 dari 7 perusahaan yang ikut mengajukan penawaran harga.

Jadi, pada proyek tersebut, adalah sebuah kewajaran kan, jika diduga ada potensi merugikan negara, yang juga merugikan uang pajak rakyat.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Korupsi

More Articles

Medsos Klikanggaran