Setelah Setnov, Siapa yang Jadi Target KPK Selanjutnya?

Jakarta, Klikanggaran.com (25/11/2017) - Setelah Setya Novanto, Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar, dijadikan tersangka dan ditahan oleh KPK dalam kasus e-KTP, maka pertanyaannya, siapa yang akan menyusul dan mengikuti Setnov?

Sebelum KPK menjawab pertanyaan gampang ini, ternyata pada tanggal 24 November 2017, ada aksi demonstrasi massa yang dilakukan oleh Gerakan Rakyat Tangkap Koruptor di depan Gedung KPK.

Aksi tersebut dilakukan untuk menekan KPK agar menuntaskan kasus korupsi e-KTP, dan mengapresiasi langkah KPK yang telah mentersangkakan dan menahan Setya Novanto dalam kasus e-KTP.

Koordinator lapangan (Korlap), Yonfi Saputra, dalam orasinya menegaskan agar KPK segera mentuntaskan kasus korupsi e-KTP dan menjaring pejabat-pejabat lainnya yang terlibat.

Yonfi Saputra meminta KPK segera menangkap Yasonna Laoly atas pertimbangan sebagai Menteri Hukum dan HAM saat ini. Karena jelas, Jaksa KPK dalam sidang tuntutan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto menyebut Yasona Laoly sebagai anggota DPR PDIP menerima 84.000 USD atau sekitar Rp 1,1 milliar.

Selain Yasonna Laoly, Gerakan Rakyat Tangkap Koruptor juga menuntut agar KPK menangkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang diduga menerima aliran dana 520.000 USD dalam kasus korupsi e-KTP.

Tetapi, Gubernur Jawa Tengah, atau mantan pimpinan Komisi II DPR Ganjar Pranowo di berbagai acara atau ketika bersaksi di pengadilan Tipikor selalu membantah dirinya menerima aliran dana korupsi proyek e-KTP.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin pun menegaskan bahwa dia melihat secara langsung Ganjar Pranowo menerima uang dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik. Pada waktu itu, Ganjar masih menjabat Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat.

Korupsi

More Articles

Medsos Klikanggaran