Tuntaskan Kasus Korupsi RTH dan Tugu Anti Korupsi Riau!

Jakarta, Klikanggaran.com (24/11/2017) - Stigma yang menyatakan bahwa ‘Indonesia Negeri Para Koruptor’ sepertinya akan terus melekat, mengingat kasus Korupsi di negeri ini begitu melimpah, mulai dari nasional hingga ke daerah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai kalangan, baik Pemerintah maupun khalayak lainnya, demi menekan angka korupsi. Salah satunya adalah pernyataan sikap yang dilayangkan oleh BEM Universitas Riau.

Daerah yang juga banyak diterpa oleh kasus korupsi adalah Provinsi Riau, dengan catatan, tiga Gubenur Riau telah mendekam di balik jeruji besi. Stigma menghapus Riau sebagai Sarang Koruptor di Indonesia dinilai oleh BEM UR sepertinya hanya bualan belaka, yang diucapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau.

“Kalimat Riau berintegritas hanya sebagai pemanis belaka, yang menunjukkan bahwa Pemerintah Riau seakan bersih dari praktik KKN,” kata Rinaldi, Presiden Mahasiswa BEM UR pada Klikanggaran.com, Jumat (24/11/2017)

“Karena nyatanya, kini kita kembali dipertontonkan dengan hal yang serupa, yaitu kasus korupsi Pembangunan Ruang Terbuka Hijau dan Tugu Anti Korupsi, yang diresmikan tepat pada hari Anti Korupsi sedunia pada 10 Desember 2016 lalu. Dimana Provinsi Riau ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Hari Anti Korupsi,” lanjutnya.

Rinaldi menuturkan niat pembangunan yang awalnya sebagai komitmen Pemerintah untuk melawan korupsi, dengan menelan biaya untuk membangun RTH dan Tugu Anti Korupsi mencapai Rp 8 miliyar dengan menggunakan uang rakyat Riau. Dalam kasus korupsi yang dilakukan dengan cara bersama-sama ini, telah ditetapkan oleh Kejati Provinsi Riau sebanyak 18 orang tersangka, 13 orang di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Riau, dan sisanya pihak swasta.

“Tentu, langkah penegak hukum ini patut kita apresiasi, namun pengawalan kasus korupsi ini haruslah serius dan dituntaskan hingga ke akar-akarnya,” tegas Rinaldi.

Sementara itu, Aditya Putra Gumesa, Menteri Sosial Politik BEM UR, mengingatkan perihal kerugian Negara akibat kasus ini yang ditaksir mencapai Rp 1,23 miliyar, dengan total anggaran proyek pembangunan sebesar Rp 8 miliyar.

Aditya menyesalkan, di tengah rakyat masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, di tengah pembangunan yang masih belum merata, korupsi seperti kian merajalela.

“Yang kita temukan adalah kesewenangan penggunan anggaran demi memperkaya diri dan mencoreng marwah Provinsi Riau. Rakyat dibohongi oleh tugu yang katanya anti korupsi, namun malah pembangunannya dikorupsi. Saat ini baru satu tersangka yang ditahan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Riau dari sekian banyak para tersangka,” tutur Aditya.

Untuk hal itulah, Aditya mewakili teman-teman mahasiswa dari BEM Universitas Riau, menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Tuntaskan Kasus Korupsi RTH dan Tugu Anti korupsi sampai ke akar-akarnya tanpa pandang bulu.

2. Menuntut kepada Gubenur Riau untuk memecat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

3. Menuntut KPK untuk segera turun tangan untuk mengusut kasus korupsi tersebut.

4. Menutut Kejaksaan Tinggi untuk serius dan menjaga integritasnya dalam menangani kasus korupsi tersebut.

5. Menuntut Kejaksaan Tinggi Riau untuk segera menahan para tersangka korupsi lainnya.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Korupsi

More Articles

Medsos Klikanggaran