Pertamina Harus Jujur, Siapa Pemasok Solar dan FAME Bercampur Air

Pertamina dan Polri harus terbuka kepada publik soal kasus tercampurnya air dalam biosolar yang terungkap terlanjur disalurkan di SPBU Cilincing dan Depok pada tanggal 14 November lalu. Karena kalau itu berasal dari tangki biosolar di terminal Pertamina Plumpang, maka disinyalir hampir semua SPBU di Jabodetabek menyalurkan biosolar bercampur air pada saat itu.

 

Menurut infonya, pemasok FAME adalah perusahaan konglomerat Wilmar group yang dikenal sangat dekat dengan penguasa, sehingga terkesan Pertamina menutup rapat informasinya. Adapun informasi yang didapat bahwa nama Kapalnya Seroja V milik PT Wilmar Nabati, angkut fame 5.000 KL. Padahal kapasitas kapal 7000 Kl, tetapi hanya mengangkut 5000 Kl, sehingga ada ruang kosong sebanyak 2000 KL. Dan, kapal tersebut adalah kapal charter langsung oleh Pertamina Direktorat Pemasaran dan Niaga kepada ship owner-nya Wilmar Medan.

Saya mencurigai praktek keliru ini sudah lazim dilakukan antara pemasok dengan oknum-oknum Pertamina. Tentunya tujuannya diduga untuk meraih keuntungan besar dan dapat dibagi-bagi oleh oknum-oknumnya.

Wianda harusnya bicara jujur dan tidak menyembunyikan fakta yang terjadi dan sangat merugikan konsumen biosolar. Seperti diketahui, kapal yang memuat FAME sebagai bahan baku biodiesel yang dicampur dengan solar original dengan komposisi FAME 20% dan Solar 80%, semestinya dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Muatan kapal sebelum membongkar di Tangjung Priok yang selanjutnya dikirim ke depo TBBM Plumpang harusnya dicek dulu kualitasnya, baik jumlah dan komposisi serta keaslian barangnya.

2. Setelah beres, baru dilakukan batching, dicampur antara Fame dengan solar.

3. Sebelum didistribusikan ke SPBU melalui armada truk-truk tangki, tentu harus dicek dulu kualitasnya.

Ternyata semua langkah tersebut di atas di-"by pass" alias tidak ada pengecekan apa pun. Dan, setelah dicampur langsung didistribusikan. Terbukti Biodiesel Fuel tersebut tercampur air sehingga banyak mobil-mobil konsumen yang memakai Biosolar tersebut mogok dan complain.

Kalau menurut keinginan Menkeu, Sri Mulyani baru-baru ini ke KPK, banyak praktek korupsi di Pertamina, PLN, dan Kementerian ESDM. Maka KPK harus aktif memantau proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polri.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Opini

More Articles