Puisi, Ibu, dan Inayah Wahid

Jakarta, Klikanggaran.com (23/4/2017) - Puisi yang diciptakan oleh Inayah Wahid, anak bungsu dari tokoh besar Indonesia, Abdurahman Wahid (Gusdur), berhasil membuat para pendengar terenyuh. Seperti salah satu pemilik akun Twitter, Santi Widyastuti mengatakan, "Puisi ini berhasil membuat mrebes mili semalam. Alfatihah untuk Gus Dur dan Bu Sinta."

Puisi yang berjudul "Perempuan yang Terjaga Hingga Pukul Tiga" ini dipersembahkan tadi malam di salah satu stasiun TV, Metro TV, dalam rangka mengingat kebaikan dan kebiasaan sang Ibu pada sepertiga malam.

Sebagai kakak, Alissa Wahid menuturkan bahwa puisi tersebut Inayah ciptakan untuk Ibu yang setiap hari seperti mempunyai kegiatan itu.

"Puisi "Perempuan yang Terjaga Hingga Pukul Tiga" ini diciptakan Inayah Wahid untuk Ibu yang setiap hari memang begitu. Tidur usai wirid dan sholat malam," ujar Alissa Wahid dari laman Twitternya, Sabtu (22/04/2017).

Berikut puisi yang dibacakan oleh Alissa Wahid tadi malam:

 

Perempuan yang Terjaga Hingga Pukul Tiga

 

Untuk perempuan yang setiap malam terjaga hingga pukul tiga 

Yang sibuk merapal puja-puji bagi penguasa semesta

Yang tangannya tengadah mengantarkan doa

Yang jemari-jemarinya tak sanggup menghitung kiriman pengharapan

Bagi anak-anaknya yang sedang nyenyak tidurnya.

 

Untuk perempuan yang setiap malam terjaga hingga pukul tiga

Yang doanya adalah mantra penjaga bagi suami dan anak-anaknya

Yang jejak langkahnya adalah pembelaan bagi seluruh perempuan

Yang ucapannya adalah perjuangan bagi manusia

 

Untuk perempuan yang setiap malam terjaga hingga pukul tiga

Yang namanya adalah perlambang kesetiaan

Dan pengabdiannya dalam hidup

Adalah pengejawantahan nyata bagi sang nama

 

Untuk perempuan yang setiap malam terjaga hingga pukul tiga

Giliran kami kini mengirim doa menghantarkan satu titik minta

Berusaha membayar lautan kasih

Yang dia hamparkan bagi kami tiap malam

Lewat alunan doa yang tak berhenti hingga hampir pagi

 

Tuhan,

Minta kami Cuma satu:

Kalau suatu saat nanti tiba waktunya

Perempuan itu Kau pindah ke surga

Biarkanlah tangan-tangan ayah kami yang menyambutnya

 

Inayah Wahid

 

Our Expression

More Articles