Kementerian Ketenagakerjaan, Kapan Nih Razia di GIIC Cikarang?

Jakarta, Klikanggaran.com (6/9/2017) - Hari ini Klikanggaran.com dihubungi oleh seseorang yang bekerja di Kawasan Industri GIIC Cikarang pusat. Dilaporkan bahwa dikawasan tersebut, atau lokasi tempat dia bekerja, dia melihat banyak pekerja asing. Pelapor merasa bingung saja, orang pribumi kok sedikit, tapi orang asingnya seperti orang China yang bekerja di tempat tersebut bisa banyak sekali.

Kemudian, dari satu kantor bisa dilihat, pekerja asing yang berkeliaran di sekitar kantor tersebut diperkirakan lebih dari 100 orang. Berdasarkan informasi yang masuk ke Klikanggaran.com, posisi mereka ada yang menempati staf kantor, pekerja lapangan, atau buruh kasar. Kawasan kantor tersebut jadi terlihat bukan seperti di Indonesia, tapi seperti kawasan pecinan.

Berikut foto-foto yang diterima Klikanggaran.com :

Maka untuk itu, diminta kepada pemerintah seperti pihak Kementerian Ketenagakerjaan, untuk segera melakukan pemantauan atau razia atas banyaknya tenaga kerja asing di kawasan Industri GIIC (Greenland International Industrial center) Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Banyaknya tenaga kerja berasal dari China ini dinilai sangat menganggu tenaga kerja lokal yang membutuhkan pekerjaan di kawasan GIIC Cikarang Pusat. Ada yang mengatakan, "Masa, rakyat Kabupaten Bekasi dan sekitarnya disuruh menonton orang-orang asing bekerja di daerahnya sendiri. Jadi benar-benar kasian rakyat lokal tersebut, untuk mencari sesuap nasi saja, harus bersaing dengan pekerja asing."

Banyaknya tenaga asing yang berprofesi sebagai buruh kasar ini, hanya bikin rakyat lokal menjadi pengangguran. Dengan banyak pengangguran rakyat lokal, apakah ini yang diinginkan oleh pemerintahaan saat ini? Mendatangkan modal asing dari negara lain, tapi bertujuan untuk menggusur rakyat dari haknya untuk bekerja di tempat GIIC Cikarang pusat. Tentu tidak, kan?

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara