Lakunya Surat dari Kapal Titanic Sih Oke, Kalau Sewa Jaringan Komunikasi BI ke Telkom?

Jakarta, Klikanggaran.com (25/10/2017) - Surat dari kapal Titanic, kalau dilihat dari isinya, sebenarnya hanya menceritakan bahwa kapal Titanic itu begitu megah dan indah sekali. Selain itu, dalam surat tersebut diceritakan bahwa kapal ini punya ukuran raksasa, seperti sebuah hotel megah, dengan sajian makanan dan minuman yang sangat istimewa.

Penulis surat adalah seorang pengusaha, Alexander Oskar Holverson, yang jadi penumpang kapal Titanic kelas mewah. Surat ini sengaja ditulis khusus untuk ibunya, ketika dirinya sampai di New York.

Tak disangka, ternyata surat yang ditulis oleh Alexander Oskar Holverson tertanggal 13 April 1912 untuk ibunya tersebut bisa dilelang. Rumah lelang Henry Aldridge and Sons di Inggris melelang surat itu dan terjual dengan harga yang luar biasa. Yaitu sekitar £.126.000 atau setara dengan Rp 2,2 miliar.

Luar biasa kan, Rumah Lelang Henry Aldridge and Sons ini? Mungkin, sama luar biasanya dengan Bank Indonesia. Yang pada tahun 2016 bekerja sama dengan PT. Telkom Indonesia atau PT. Telekomunikasi Indonesia. Diketahui, keduanya bekerja sama menyewa jaringan komunikasi berupa Jasa Internet untuk komunikasi data dengan Bank melalui Leased Line, komunikasi data center (DC) dengan Disaster Recovery Center (DRC), Jaringan Internet, jaringan esktranet, dan publik wifi.

Dan, sesuai dengan data yang diperoleh klikanggaran.com, realisasi anggaran Bank Indonesia melalui Departemen Pengelolaan Sistem Informasi (DPSI) untuk menyewa jaringan komunikasi ini sangat mahal. Seperti pemborosan anggaran internal Bank Indonesia sendiri, tetapi bikin senang orang-orang PT. Telkom.

Adapun realisasi anggaran untuk menyewa jaringan komunikasi sampai pada tahun 2015 adalah sebesar Rp30.506.005.126, sementara pada tahun 2016 sebesar Rp74.056.987.954. Berarti, dari tahun 2015 ke tahun 2016, ada kenaikan anggaran untuk menyewa jaringan komunikasi sebesar Rp43.553.982.825.

Adanya kenaikan anggaran untuk proyek menyewa jaringan komunikasi dalam satu tahun sebesar Rp 43,5 miliar ini, bagi publik sangat mencurigakan. Artinya, Bank Indonesia dan PT. Telkom Indonesia sepertinya harus disidik oleh KPK.

Untuk diketahui, terkait perjanjian antara BI dan Telkom mengenai sewa jaringan komunikasi ini, sempat mereka ngeyel tidak mau bayar pajak, tidak melakukan pemotongan PPh pasal 23 atas sewa leased line yang berdasarkan pada PMK No.141/PMK.03/2015.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara