Penyerahan Bantuan Paket Sarana K3 untuk Kelompok Nelayan di Kemnaker Terbengkalai?

Jakarta, Klikanggaran.com (21/9/2017) - Pada tahun 2015 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terdapat sarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk kelompok nelayan sebanyak 700 paket atau setara dengan Rp2.344.650.000 belum diserahkan.

Meski sudah dua tahun lamanya, penyerahan paket K3 yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakeljaan dan K3 (Ditjen Binwasnaker & K3) ini diketahui berlarut-larut.

Hal yang menjadi permasalahan adalah, dari dokumen kontrak yang diketahui Klikanggaran.com diketahui bahwa paket Sarana K3 yang akan diserahkan ke masyarakat itu bermasalah.

Misalnya saja, dari kontraknya, sekian kelompok nelayan dengan 10.000 paket setara dengan Rp33.495.000.000 yang tersebar di 50 lokasi dengan jumlah paket yang bervariasi, sebagian waktu penyerahan paket Sarana K3 dilaksanakan tidak dalam masa periode kontrak.

Kemudian, dari 10.000 paket, sebanyak 1.000 paket di antaranya diserahkan sebelum berakhir kontrak. Sebanyak 2.100 paket diserahkan setelah kontrak selesai, namun masih pada tahun 2015, sebanyak 6.200 paket diserahkan pada periode Januari s.d 1 April 2016.

Sedangkan sisanya sebanyak 700 paket senilai Rp2.344.650.000 sampai saat ini belum diserahkan ke masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 paket telah berada di daerah, namun belum diserahkan. Sedangkan 200 paket lainnya masih tersimpan di gudang penyedia barang di Jakarta.

Dari berbagai masalah ini, dikhawatirkan adanya dugaan atau potensi penyalahgunaan paket sarana K3 yang belum diserahkan senilai Rp2.344.650.000.

Pesan publik terlampir dalam laporan, apakah pengadaan paket Sarana K3 itu hingga saat ini sudah rampung, Pak Menteri Hanif Dhakiri?

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara