Abdullah-Fajeri Urung Maju di Pilkada Muara Enim 2018

Muara Enim, Klikanggaran.com (30/11/2017) - Bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Abdullah Rahman-Fajeri Erham, yang sebelumnya telah mensosialisasikan diri untuk maju dalam pilkada serentak Kabupaten Muara Enim 2018 dari jalur perseorangan, dipastikan tak jadi ikut dalam konstelasi pilkada. Hal tersebut karena Abdulah-Fajeri tak melengkapi syarat-syarat dukungan pencalonan ke KPU hingga batas waktu yang telah ditetapkan (Rabu, 29 November 2017 pukul 23.59 WIB).

Awalnya, Abdullah Rahman dan Fajeri Erham beserta beberapa rombongan tiba di KPUD Muara Enim sekitar pukul 21.15 WIB. Rombongan ini datang dengan membawa sebagian dari 37 ribu berkas dokumen yang sudah disiapkan.

Dalam kesempatan itu, Abdullah Rahman menyampaikan bahwa niat dan tujuannya datang ke KPUD adalah untuk mendaftarkan diri sekaligus penyerahan berkas dokumen dukungan sebanyak 37 ribu yang terdiri dari hard copy dan soft copy.

"Berkas yang saat ini kami bawa hanya sebagian, dan sisanya sedang dalam perjalanan. Berhubung Posko kita berada di tiga tempat yang berbeda, maka berkasnya tidak bisa kita bawa serentak sekaligus," ungkap Abdullah Rahman.

Ketua KPUD Muara Enim, Rohani, S.H., melalui Ahyaudin, Komisioner KPU Bidang teknis, menyampaikan, mengingat ini adalah hari terakhir pendaftaran Balon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur persorangan, maka berkas yang akan diserahkan nantinya haruslah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena menurutnya, apabila waktu sudah menunjukkan pukul 23.59 WIB, maka pendaftaran sudah dinyatakan ditutup dan tidak ada lagi untuk masa perbaikan.

"Kita tunggu hingga semua berkasnya sampai dan terkumpul di KPU, setelah itu baru bisa diserahkan kepada kita untuk dicek dan dikoreksi terlebih dahulu, sebelum dinyatakan diterima atau ditolak," papar Ahyaudin.

Namun, hingga pukul 23.30 WIB berkas yang ditunggu belum juga tiba di KPUD. Akhirnya Abdullah Rahman, S.H. dan Drs. Fajeri Erham sepakat untuk menarik kembali berkas dokumen yang telah dibawa, dan mengajak semua rombongannya yang hadir untuk kembali dan mengurungkan niatnya untuk mendaftarkan diri sebagai kandidat pada Pilkada Serentak 2018 nanti.

"Mereka belum mendaftar dan juga belum menyerahkan berkas dokumen dukungannya kepada kita sampai saat ini. Tiba-tiba pukul 23.30 WIB mereka pulang, ya itu berarti mereka tidak jadi mendaftar diri sebagai kandidat dari persorangan," pungkas Akhyaudin.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara