Muhammad Abdu: Tidak Ada PNS Fiktif di Kemenag Muara Enim

Muara Enim, Klikanggaran.com - Akhir-akhir ini Kementerian Agama menjadi sorotan pascatemuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menemukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) fiktif alias bodong. PNS fiktif tersebut menurut hasil temuan BKN terbanyak berada di Kementerian Agama, yaitu sebanyak 7000 orang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana (sumberJPPN).

Tentunya hal itu menimbulkan banyak pertanyaan di berbagai kalangan masyarakat, khususnya di Kabupaten Muara Enim. Karena, Kementerian Agama Muara Enim juga merupakan instansi vertikal di bawah naungan Kementerian Agama Pusat, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama.

 

Tentunya masyarakat ingin tahu, apakah PNS fiktif yang sempat hits di media pemberitaan tersebut ada di bumi yang populer di sebut Serasan Sekundang ini? Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (KEMENAG) Kabupaten Muara Enim, Muhammad Abdu, menolak kebenaran berita tersebut saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (29/08/2016).

“Tidak ada PNS fiktif di Kemenag Muara Enim,” kata Abdu.

Ia juga menuturkan kepada klikanggaran bahwa seluruh PNS yang berada di lingkungan Kemenag Muara Enim sudah didata ulang pada tahun 2015 lalu, dengan jumlah sebanyak 444 orang, termasuk yang berada di Kabupaten Pali.

“PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim berjumlah 197 orang, MAN Muara Enim 36 orang, MTsN Muara Enim 30 orang, MTsN Lawang Kidul 29 orang, MTsN Fajar Bulan 11 orang, MIN Tenam Bungkuk 04 orang, MIN Fajar bulan 06 orang, MIN 2 Muara Enim 12 orang, MIN Arisan Musi 07 orang, MIN Tanjung Raman 14 orang, MIN 1 Muara Enim 26 orang, MIN Bitis Kecamatan Gelumbang 06 orang, dan sisanya berada di Kabupaten Pali,” tutup pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Musi Rawas tersebut.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara