Sekian Ribu Hektar Lahan Pertanian di Kab Bekasi Hilang, Nawacita Kemana???

Jakarta, Klikanggaran.com (29/11/2017) - Direktur Kajian dan Analisa Kebijakan Lembaga Kaki Publik, Adri Zulpianto, menyampaikan, meningkatnya persaingan di pasar global membuat daerah-daerah di Indonesia berusaha untuk bersaing, menarik investor-investor untuk berinvestasi di daerah. Namun, persaingan untuk dapat menarik para investor datang ke daerah ini mengorbankan sektor pendapatan pribumi.

"Di Kabupaten Bekasi misalnya, dari pertumbuhan industri dan perdagangan, kafe dan restoran, serta pertumbuhan hotel-hotel yang terus berdatangan, diiringi dengan berkurangnya lahan pertanian. Tidak tanggung-tanggung, sejak 2012 hingga 2016, seluas 2.100 hektar lahan pertanian hilang di Kabupaten Bekasi," tegas Adri Zulpianto pada Klikanggaran.com, Rabu (29/11/2017).

Adri Zulpianto menjelaskan, pada tahun 2012 lahan pertanian di Kabupaten Bekasi seluas 52.966 Ha, namun pada tahun 2016 menyusut hingga 50.906 Ha. Berkurangnya 2.100 Ha lahan pertanian di Kabupaten Bekasi tersebut akibat dari tumbuhnya industri dan pusat perdagangan, serta restoran dan hotel, yang tumbuh hingga 11% dari luas Lahan Pertanian pada tahun 2016 tersebut, yaitu sebesar 6.719 Ha.

"Hilangnya lahan pertanian tersebut seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi Pemerintah, yang pada awal pemerintahan berjanji untuk meningkatkan sistem swasembada pangan, justru dengan adanya kekurangan lahan pertanian sebegitu luas di Kabupaten Bekasi, menjadi tidak berimbang dengan janji-janji Jokowi di awal Pemerintahan," jelas Adri.

Dampak dari hilangnya 2.100 Ha lahan sawah tersebut menurut Adri ialah, tumbuhnya pengangguran di Kabupaten Bekasi, dan meningkatnya angka warga masyarakat Kabupaten Bekasi yang termiskinkan oleh sistem pembangunan industrialisasi di Kabupaten Bekasi.

"Warga Kabupaten Bekasi hanya disuguhkan bekal pekerjaan sebagai buruh pabrik dan pegawai kelas rendah di hotel maupun restoran yang terus bertumbuh dan berkembang di Kabupaten Bekasi. Lagi-lagi, ini menjadi kontraproduktif dengan Nawacita Pemerintah yang ingin menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Adri.

Selain itu,, pemerintah yang katanya ingin menumbuhkan sektor-sektor riil di daerah, menurut Adri justru hanya menumbuhkan pengangguran dan meningkatkan angka kemiskinan, serta menyuburkan generasi-generasi buntut kapitalis. Pemerintah yang digadang-gadang akan menumbuhkan ekonomi kreatif dan kemandirian daerah justru menyuburkan investor-investor asing dengan menghilangkan sektor riil pendapatan warga daerah di Kabupaten Bekasi.

"Hilangnya 2.100 Ha lahan pertanian di Kabupaten Bekasi akan berdampak sistemik bagi warga daerah secara lokal, maupun bagi seluruh warga Indonesia secara umum. Jika pembabatan lahan sawah di Kabupaten Bekasi tidak segera dihentikan, maka beras di Kabupaten Bekasi akan terancam hilang," tutupnya.

 

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara