Menghina Pensiunan Pertamina, Adrian Rusmana Dituntut Mundur dari Jabatan Presdir DPP

Jakarta, Klikanggaran.com - Beberapa waktu lalu Presiden Direktur (Presdir) Dana Pensiunan Pertamina (DPP), Adrian Rusmana, pada saat dikunjungi oleh Ketua Umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe), Binsar Effendi Hutabarat, telah mengeluarkan ucapan yang sangat menghina Pensiunan Pertamina.

Dalam siarannya kepada pers (22/10/2016), Binsar Effendi katakan, jika Presdir DPP Adrian Rusmana telah mengeluarkan ucapan “Pensiunan Pertamina tidak waras”. Ucapan tersebut menurut Ketua Umum eSPeKaPe dilontarkan saat Adrian menimpali permohonan kenaikan manfaat pensiun (MP) yang disampaikan Binsar Effendi dan yang dijanjikan tersisa Rp. 200.000 lagi.

 

“Kami sampaikan aspirasi sebagian besar pensiunan Pertamina yang pernah mendengar bahwa kenaikan manfaat pensiun yang dalam hitungannya akan dinaikan Rp. 500.000, tapi baru bisa dipenuhi Rp. 300.000. Dan, yang sisanya dikatakan diusahakan tahun berikutnya. Janji yang disampaikan oleh Presdir DPP sebelumnya, Pak Helmi Lubis itu menjadi wajar dipertanyakan, meskipun diganti oleh Pak Adrian. Artinya, bukan berarti janji itu tidak boleh ditagih oleh para pensiunan Pertamina,” tutur Binsar Effendi.

Dengan adanya ucapan penghinaan tersebut, yang kemudian dihubungkan dengan adanya tulisan Adrian Rusmana di media Harian Kontan pada 18 Juni 2016, yang diberi judul “Tak boleh merasa one man show”, Ketua Umum eSPeKaPe akan berniat untuk adakan aksi demo di Kantor DPP di bilangan Jl. MI Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat. eSPeKaPe akan mendesak Adrian mundur dari jabatannya selaku Presdir DPP.

Menurut Binsar Effendi, Adrian selain mengambil sikap menjilat Badan Pendiri DPP, yaitu Direktur Utama Pertamina, juga telah menyudutkan nama baik Helmi Lubis selaku Presdir DPP sebelumnya, yang dituding Adrian one man show.

“Ini jelas semakin memperkuat jika DPP di bawah pimpinan Adrian mustahil akan menaikkan manfaat pensiun. Dia itu nampak jelas sebagai penjilat, dan lagi tidak berpihak kepada pensiunan Pertamina,” geram Binsar Effendi.

Binsar Effendi yang Ketua FKB KAPPI Angkatan 1966 berujar bahwa eSPeKaPe akan selalu berjuang karena itu demi kemanusiaan dan demi pensiunan Pertamina agar bisa hidup layak.

“Perjuangan agar hidup pensiunan Pertamina dapat sejahtera adalah marwah perjuangan eSPeKaPe sampai kapan pun,” ungkapnya.

Dengan demikian, kata Binsar Effendi lagi, apa pun yang Adrian tuliskan dan telah memojokkan Helmi Lubis yang digantikannya, di mata pensiunan Pertamina nama Helmi Lubis tetap diberi apresiasi yang tinggi.

“Sejak tahun 2001 saat Pertamina di bawah Dirut Pak Baihaki Hakim yang menaikkan manfaat pensiun Rp. 200.000, sampai tahun 2014 tak pernah ada kenaikan. Saat Helmi Lubis menjadi Presdir DPP tahun 2015 terjadi kenaikan manfaat pensiun Rp. 300.000. Tentu para pensiunan Pertamina sangat berterimakasih kepada Pak Helmi Lubis ketimbang Pak Adrian.”

Maka timbul adanya niatan untuk turun melakukan aksi demo menuntut Adrian Rusmana mundur dari jabatan Presdir DPP.

“Tentunya menjadi suatu agenda perjuangan organisasinya yang sudah diperhitungkan secara matang,” pungkas Ketua Umum eSPeKaPe.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara