Sengketa Tanah Bassura Mall, Penasehat Hukum Akan Minta Bantuan Gubernur

Jakarta, Klikanggaran.com (29/11/2017) – Untuk diketahui, dalam waktu dekat Ahmad Bay Lubis, S.H. dari Law Office Lubis-Agamas & Partners akan meminta perhatian Gubernur DKI Jakarta, dan meminta bantuan kepada DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi Bidang Pertanahan dan Perizinan, terkait dengan masalah tanah yang sedang dihadapi oleh kliennya.

“Maksud dan keperluan kami meminta perhatian Gubernur DKI Jakarta adalah agar Gubernur DKI mencabut IMB @Bassura Mall, karena ada kesalahan syarat administrasi IMB-nya, yaitu kepemilikan tanahnya, sebagaimana maksud dalam Peraturan Gubernur No. 129 Tahun 2012,” tutur Lubis pada Klikanggaran.com di Jakarta, Rabu (20/11/2017).

Selain itu, Lubis juga meminta perhatian dan bantuan DPRD DKI terkait dalam izin lokasi @Bassura Mall, karena menurutnya tidak sesuai dengan pasal 12 Peraturan Menteri Agraria No. 5 Tahun 2015 tentang Izin Lokasi, karena kuwajiban menyelesaikan tanah lokasi berdirinya @Bassura Mall ini masih belum beres, atau bermasalah dengan ahli waris pemiliknya.

Sebelumnya, pada hari Selasa, 28 November 2017, ahli waris M. Nawawi, yaitu Ny. Siti Dalilah binti M. Nawawi, berikut keluarganya yang merasa terpanggil, melakukan unjuk rasa di depan Gedung @Bassura Mall, Jl. Basuki Rahmat, Jati Negara, Jakarta Timur. Maksud dari unjuk rasa adalah untuk bertemu dengan pimpinan manajemen @Bassura Mall sekaligus melihat secara langsung tanah warisan dimaksud yang hingga saat ini dikuasai secara tidak syah dan menjadi sengketa.

Kegiatan unjuk rasa ini dipimpin langsung oleh Ahmad Bay Lubis SH selaku Penasehat Hukum Ahli Waris berdasarkan surat kuasa tanggal 10 Juli 2017. Dengan diikuti oleh sekitar 30 – 40 orang, yaitu ahli waris, keluarga ahli waris, dan pengacara ahli waris, unjuk rasa berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Unjuk rasa telah diberitahukan secara resmi pada Polres Metro Jakarta Timur melalui surat.

Adapun tanah yang menjadi masalah terletak persis di depan pagar pintu masuk @Bassura Mall, dengan luas sekitar 720 meter. Dasar kepemilikan tanah warisan ini adalah Girik C No. 233 a/n M. Nawawi bin H. Mudemar.

“Kami telah melayangkan surat somasi dan undangan pertemuan sebanyak dua kali pada manajemen @Bassura Mall, namun tidak ditanggapi dan tidak digubris. Maka dari itu hari ini kami mendatangi secara langsung,” tutup Lubis.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara