Rp 1,5 M Jamie Chua dari Mantan, PNBP Kemenhub dari Pungutan Liar?

Jakarta, Klikanggaran.com (25/10/2017) - Seandainya Maia Estianty masih sebagai istri Ahmad Dhani, dan rumah tangga mereka masih harnonis pun rukun, mungkin Maia Estianty jarang jadi perbincangan publik. Jaringan Maia mungkin juga akan sangat terbatas, tidak seperti sekarang.

Setelah bercerai dan menjadi janda Ahmad Dhani, ternyata pergaulan Maia Estianty makin luas, semakin terlihat anggun, cantik, dan awet muda, karena selalu dikelilingi para sahabatnya.

Salah satu sahabat dekat Maia Estianty yang baik dan akrab, tetapi publik tidak pernah tahu, adalah janda cantik dan kaya raya, Jamie Chua.

Jamie Chua adalah mantan istri Taipan Nurdian Cuaca yang merupakan tersangka dalam kasus penyelundupan dan re-eksport 30 kontainer berisi Blacberry. Nurdian Cuaca alias Pardin saat ini masuk dalam daftar buronon Interpol.

Kini, Jamie Chua, sang janda dengan dua orang anak ini memperoleh tunjangan Rp 1,5 miliar per bulan dari memenangkan tuntutan atas mantan suaminya. Tentu saja jaminan tersebut buat dirinya dan dua anaknya.

Baru-baru ini Jamie Chua merayakan ulang tahunnya dengan menggelar pesta serba putih bertajuk ‘Jamie Chua White Party 2017’. Jamie Chua pun tak lupa mengundang sahabat akrabnya, Maia Estianty. Juga artis dan sosialita, yang semuanya kompak mengenakan pakaian warna putih.

Pesta Jamie Chua dalam merayakan ulang tahunnya ini, tentu hasil dari merogoh kantong pribadinya. Bukan seperti Kementerian Perhubungan, yang jika mau "pesta" untuk mengejar target penerimaan negara dari PNBP, disinyalir melakukan pungutan liar.

Yang dimaksud dengan pungutan liar di sini adalah, penerimaan atas jasa di luar Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2015, dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Akibat Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran atau BP2IP Tanggerang melakukan "pungutan liar" ini, maka masyarakat tekor atas sebuah pelayanan pemerintah. Sehingga, sesuai dengan dokumen yang ditemukan oleh klikanggaran.com, potensi kerugian masyarakat secata total sebesar Rp1.025.318.000.

Potensi kerugiaan masyarakat ini berasal dari pemaksaan proyek penerimaan jasa Diklat Pemutakhiran sebesar Rp563.468.000, dan proyek ujian keahlian pelaut pemuktahiran kategori penuh dan mengulang sebesar Rp461.850.000.

Jadi, kedua proyek di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tanggerang ini, menurut publik harus disidik oleh pihak Saber Pungli Pusat, karena sangat merugikan rakyat dalam pelayanan negara.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Peristiwa

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara