Amien Rais: Mas Jokowi Jangan Asik Memecah Belah Umat Islam

Jakarta, Klikanggaran.com (01/12/2017) - Diminta kepada Presiden Joko Widodo agar jangan asyik memecah umat Islam, kata Amien Rais dalam sambutannya pada acara Kongres Alumni 212 di Wisma Persatuan Haji Indonesia, Jakarta Pusat.

Amies Rais yang juga pendiri Partai Amanah Nasional atau PAN, menilai rezim saat ini suka memecah belah umat Islam dan bangsa sendiri.

Penilaian Amies Rais bahwa Rezim ini terlihat sebagai pemecahan umat Islam, dinilai publik ada benarnya juga. Hal ini bisa dilihat dari pecah belah dan konflik di tubuh partai Islam PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Yaitu antara Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy dengan Djan Faridz, yang sampai sekarang belum selesai.

Seperti diketahui, PPP yang saat ini diakui oleh Pemerintah adalah PPP yang dipimpin oleh Muhammad Romahurmuziy, lantaran boleh mendaftar ke KPU. Sedangkan PPP yang dipimpin oleh Djan Faridz masih berjuang di pengadilan melawan PPP yang dipimpin oleh Muhammad Romahurmuziy.

Selain itu, pecah belah yang dilakukan oleh Rezim pemerintahan saat ini menurut publik adalah "adu domba" antara warga NU atas pemilihan Gubernur Jawa Timur. Dimana antara kader NU, Gus Ipul vs Khofifah, sama-sama mencalonkan diri untuk memperebutkan kursi Gubernur di Jawa Timur.

Majunya dua kader NU di Pilgub Jatim 2018, berpotensi mengancam persatuan warga nahdliyin. Seharusnya, Presiden Jokowi melarang Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, untuk maju, agar tidak dinilai bahwa ini adalah sebuah adu domba antara warga NU.

Jadi, siapapun yang akan menjadi gubernur, apakah itu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, atau Khofifah Indar Parawansa, tetap saja, bukan warga NU yang menang. Menurut bisik-bisik di ruang publik, yang menang Pilgub itu, kalau bukan PDI Perjuangan, katanya sih Joko Widodo. Benar nggak sih, Bapak Presiden?

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Politik

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara