Forluni PMII Depok Mendorong Nusron Wahid Menempuh Jalur Hukum Terkait Fitnah di Medsos

Jakarta, KlikAnggaran.com- Achmad Solechan, Ketua Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (Forluni PMII UI) pada Sabtu (15/10) kepada klikanggaran menyatakan dukungan dan dorongan kepada Nusron Wahid untuk menempuh jalur hukum terhadap fitnah dan pelecehan pribadinya yang dilakukan lewat media sosial baik dalam bentuk tulisan, meme, dan karikatur. Sebagaimana kita saksikan beberapa hari terakhir, pandangan Nusron Wahid terhadap Ahok dan Sikap kritisnya atas tafsir ulama terkait pemilihan pemimpin nonmuslim yang disampaikannya dalam acara diskusi yang disiarkan sebuah stasiun televisi  telah membuat gempar publik Indonesia.


Nusron Wahid sendiri merupakan politisi Partai Golkar yang juga mantan Ketua Umum GP Ansor, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus alumni PMII Universitas Indonesia itu yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Ahok.

Menurut penilaian Solechan, dinamika Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta telah menyita perhatian publik dan menimbulkan hiruk pikuk yang luar biasa seolah menyiratkan pesan betapa pentingnya perebutan kursi DKI satu tersebut. Semua energi dihabiskan untuk meraih pucuk kepemimpinan Jakarta untuk periode 5 tahun ke depan.

“Terlebih lagi, pasca penyelenggaraan acara Indonesia Lawyers Club dengan tema ‘Setelah Ahok Meminta Maaf’ tempo hari, jagad media sosial, mulai dari facebook, path, instagram, twitter sampai aplikasi Chatting online semacam whatsapp dipenuhi dengan obrolan seputar pernyataan Sahabat Nusron Wahid,” kata Solechan.

 “Kini, seperti yang dapat kita saksikan sendiri, wajah jagad media sosial Indonesia mulai dipenuhi oleh berbagai macam meme-meme dan karikatur yang membawa pesan kebencian dan ajakan yang bersifat provokatif. Kesantunan dan kebersamaan sebagai anak bangsa yang relijius, yang hidup dan tumbuh bersama-sama dalam bingkai ke Indonesiaan, tiba-tiba mulai menghilang,” tegas Solechan.

Terkait hal-hal tersebut, mengatasnakaman Forluni PMII UI Depok, Solechan menghimbau kepada semua elemen bangsa (agar) mampu menahan diri dan (berpikir) jernih dalam memandang PILKADA DKI Jakarta. Isu PILKADA DKI Jakarta telah bergeser dari persoalan politik berupa suksesi kekuasaan menjadi isu SARA. Bhineka Tunggal Ika, sebagai motto hidup bersama anak bangsa jangan sampai dinodai dan dengan sengaja dilecehkan demi kepentingan sempit politik kekuasaan untuk meraih kemenangan.

“Jangan sampai pesta Lima tahunan PILKADA merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita ikuti semua proses suksesi ini secara demokratis demi Indonesia yang lebih baik,” kata Solechan.

”Kami prihatin atas wajah Islam Indonesia yang semakin tidak ramah dan menunjukkan sikap berlebih-lebihan. Islam menjadi kendaraan dan pembenaran atas perilaku petualang-petualang politik yang memiliki ambisi besar terhadap kekuasaaan. Para politisi hendaklah mengedepankan politik kebangsaan dan kerakyatan dimana kemaslahatan dan kesejahteraan ummat yang harus dinomorsatukan dan diutamakan, bukan malah ambisi dan nafsu berkuasa,” jelas Solechan.

Solechan menegaskan bahwa Nusron Wahid adalah kader PMII UI yang tidak pernah memiliki nama Nusron Purnomo. Nama Nusron Purnomo sengaja disebarluaskan untuk menyerang dan memfitnah pribadinya.

“Kami mengutuk dan mengecam semua serangan dan pelecehan yang ditujukan kepada pribadi sahabat Nusron Wahid yang disebarkan secara luas  melalui jejaring media sosial dalam bentuk tulisan, meme-meme dan karikatur yang cenderung berisi fitnah, hasutan dan beragam ungkapan kebencian. Sebagai sesama anak bangsa dan sesama Alumni PMII UI, kami mendukung dan mendorong sahabat Nusron Wahid agar  menyelesaikan semua Fitnah dan Pelecehan terhadap pribadinya tersebut melalui Jalur Hukum, sebagai bentuk pembelajaran kepada kita semua. Selain itu, kami juga mengapresiasi sahabat Nusron Wahid atas ketegasannya dalam meneguhkan NKRI sebagai bentuk final bernegara dengan Pancasila sebagai Dasar Negara,” tegas Solechan.

“Mengajak kepada semua komponen bangsa agar momentum PILKADA DKI dijadikan ajang refleksi diri atas konsep ke-Indonesia-an kita yang sesungguhnya. Mari melihat dan menata kembali secara bersama-sama sudut pandang kita sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia, bahwa semua proses politik yang yang tengah berlangsung adalah semata-mata untuk kemasalahatan Indonesia,” ajak Solechan di akhir percakapan dengan klikanggaran.

[Editing:@mang_kamil]

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Politik

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara