Jadi Warga Kehormatan Arema, Cak Imin Dirugikan?

Jakarta, Klikanggaran.com (26/11/2017) - Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pada zaman Presiden SBY, Muhaimin Iskandar, dalam akun twitternya @cakiminNOW menyatakan salam satu jiwa, merasa senang dan bangga jadi warga kehormatan Arema.

Pernyataan tokoh yang biasa dipanggil Cak Imin ini menegaskan bahwa dia sudah disyahkan menjadi warga kehormatan Arema oleh pendukung setia Arema, ketika Cak Imin sedang berkunjung ke Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 26 November 2017 di alun-alun Kota Malang.

Keberanian Cak Imin yang didaulat jadi warga kehormatan Arema ini patut dikasih jempol. "Hebat" buat keberanian seorang Cak Imin. Karena hal ini tentu akan menambah dukungan atau simpatik dari warga Arema kepada Cak Imin yang dinilai sebagian publik seperti nafsu sekali menjadi Wakil Presiden.

Meskipun Cak Imin akan mendapat dukungan dari Arema, ada resiko Cak Imin yang pernah juga disebut-sebut namanya dalam korupsi "kardus durian" atau fee sebesar Rp 1,5 miliar di pengadilan Tipikor Jakarta, akan dibenci bobotoh se-Indonesia.

Untuk diketahui, yang namanya bobotoh adalah sebutan untuk pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain.

Dan, musuh bobotoh itu, salah satunya adalah Arema. Dengan masuknya Muhaimin Iskandar menjadi warga kehormatan Arema, berarti akan terjadi internalisasi bahwa Cak Imin adalah bagian dari Arema, dan bakalan tercipta situasi, kaum bobotoh tidak akan mau memilih Cak Imin.

Jadi, masuknya Cak Imin menjadi warga kehormatan Arema ini, sepertinya hanya mendulang simpatik di Kota malang, tapi tidak akan disukai oleh orang-orang Jawa Barat yaitu bobotoh. Benarkah, tidak begitu baik buat Cak Imin bergabung dengan Arema?

Politik

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara