Karena Ini, Dedi Mulyadi Dinilai Tidak Konsisten

Jakarta, Klikanggaran.com (05/12/2017) - Bupati Purwarkata, Dedi Mulyadi, sempat mengancam akan keluar dari Golkar jika tidak diusung partai berlambang pohon beringin itu untuk menjadi calon gubernur (cagub) pilkada Jawa Barat.

Namun pada akhirnya Dedi Mulyadi harus menelan pil pahit. Karena ternyata Golkar lebih memilih Ridwan Kamil untuk berpasangan dengan kader Golkar, Daniel Muttaqin, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilgub Jawa Barat.

Setelah Golkar menetapkan Ridwan Kamil bersama Daniel Muttaqin sebagai kandidat pilgub Jabar, ternyata sampai sekarang Bupati Purwarkarta, atau Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum juga mau mengundurkan diri dari Ketua DPD Golkar Jawa Barat.

Tidak mundurnya Dedi dari Golkar ini mendapat penilaian khusus dari publik, bahwa Dedi Mulyadi tidak konsisten. Publik mengatakan, orang yang tidak konsisten dalam politik, biasanya kurang dipercaya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Selalu mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat. Selalu menjustifikasi bahwa apa yang dilakukan oleh pribadi adalah sebuah kebenaran.

Hal ini bisa dilihat dari pernyataan Dedi Mulyadi bahwa dia akan mundur dari Golkar bukan karena tidak dipilih menjadi kandidat di Pilgub Jabar, melainkan karena tiga sebab. Satu, membuat Golkar menjadi kisruh. Dua, menurunkan elektabilitas partai. Tiga, tidak membawa kebaikan pada Golkar dan masyarakat.

Dan, saat ini Ketua DPD Golkar Jawa Barat (Dedi Mulyadi) bersama 34 DPD I Partai Golkar sedang mendorong untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Lalu, publik bertanya, dorongan untuk menggelar Munaslub ini, apakah bukan sebuah dendam politik? Jawabannya, hanya Dedi Mulyadi yang tahu.

Yang jelas, Ketua DPD Golkar Jawa Barat ini tidak jadi mundur, tapi sebagai gantinya, yang mundur adalah Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto.

 

Ingin berlangganan berita klikanggaran ?

Politik

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara