Ketika Nafsu Politik Ingin Jadi Wakil Presiden

Jakarta, Klikanggaran.com (01/11/2017) - Demi sebuah ambisi dan nafsu dalam politik, apa pun akan dilakukan. Kemarin bisa saling marah-marahan, sekarang bisa bertemu, saling sanjung menyanjung, untuk sebuah kepentingan politik.

Hal ini sepertinya persis dengan apa yang dilakukan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang harus bertemu dengan Ketua GNPF-MUI, Ustaz Bachtiar Nasir, dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khataman Alquran yang digelar Nusantara Mengaji di Masjid Darul Quran Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta, Kamis (30/11/2017) malam.

Pertemua antara Muhaimin Iskandar dengan Bachtiar Nasir bukan hanya pertemuan sekedar untuk berduet melantunkan shalawat Nabi SAW yang diiringi group musik religi An Nabawi. Pertemuan ini adalah pertemuan politik. Yang terbaca oleh publik, sepertinya Muhaimin Iskandar sedang meminta "restu" kepada Bachtiar Iskandar agar didukung untuk maju menjadi capres 2018.

Dengan Pertemuan ini, sepertinya Muhaimin yang biasa dipanggil Cak Imin mengharapkan massa yang berasal GNPF-MUI. Agar mereka ikut bersimpatik dan mendukung Cak Imin untuk dicalonkan sebagai Wakil Presiden pada pemilihan Presiden tahun 2019.

Begitu juga dengan Ketua GNPF-MUI, Ustaz Bachtiar Nasir, yang seperti mengharapkan "orang-orang NU" tidak lagi melarang-larang ceramah bagi dirinya atau ustad-ustad lain di kantong-kantong NU. Mengingat pelarangan ceramah ini pernah dirasakan oleh Ustadz Bachtiar Nasir, yang dilakukan oleh PCNU Cirebon.

Gandengan tangan antara Cak Imin dengan Ustaz Bachtiar Nasir ini, sepertinya hanya akan menambah luka bagi orang-orang NU. Karena orang tipe seperti Ustadz Bachtiar Nasir ini, menurut publik adalah orang yang sering berseberangan dengan sikap Jam'iyah NU.

Tapi, sepertinya Cak Imin tidak perduli dengan warga NU yang akan terluka. Yang penting, buat Cak Imin diharapkan elektabilitasnya semakin tinggi dan naik. Karena selama ini, kampanye politik yang dilakukan oleh mantan PMII dan kader-kader PKB, tidak membantu menaikkan elektabilitas Cak Imin.

“Habis, kampanyenya kurang cerdas, sih,” cetus salah seorang wakil publik.

 

Politik

More Articles
Burn Hoax adalah cara kami memerangi hoax-hoax yang tersebar dan berserakan di mana-mana, yang telah mengancam sendi-sendi berbangsa dan bernegara