Anggaran

Waduh, Begini Indikasi Tipu-Tipu Soal Biaya BBM Genset di Pemkot Prabumulih?

Palembang, Klikanggaran.com (06-12-2018) – Waduh, beginikah indikasi tipu-tipu biaya BBM genset di Pemkot Prabumulih? Begitu kira-kira komentar publik yang mengetahui permasalahan BBM Genset di Pemkot Prabumulih.

Pada TA 2017, Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Prabumulih menganggarkan belanja barang dan jasa. Nilainya adalah sebesar Rp87.299.670.942,00 dengan realisasi sebesar Rp86.387.119.016,00 atau 98,95% dari anggaran.

Realisasi tersebut di antaranya berasal dari belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas. Nilainya sebesar Rp784.039.702,00 termasuk untuk BBM genset. Genset tersebut dikelola oleh seorang koordinator genset.

Koordinator ini ditunjuk dengan surat tugas dari Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah. Koordinator genset menjelaskan proses pembelian BBM genset sebagai berikut:

1) Koordinator genset mengajukan nota dinas kepada Kepala Bagian Umum melalui Kepala Subbagian

2) Kasubbag Sarana dan Prasarana Umum kemudian mengajukan nota dinas ke Sekda melalui Kabag Keuangan dan Asisten II

3) Setelah disetujui oleh Sekda, Asisten II, dan Kabag Keuangan, dibuat kwitansi pembayaran. Lalu, ditandatangani oleh Sekda, bendahara pengeluaran, dan koordinator genset. Untuk kemudian digunakan sebagai pembayaran BBM sesuai nota dinas yang diajukan

4) Uang yang diterima koordinator genset dari Bendahara Pengeluaran kemudian dibelikan BBM
Mengenai penjelasan di atas, sumber yang didapat klikanggaran.com menunjukkan beberapa kejanggalan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

a) Kartu kendali dalam mengelola penggunaan BBM tidak dibuat. Sehingga jumlah pembelian, pemakaian, dan sisa BBM tidak dapat diketahui dengan pasti

b) Terdapat pengeluaran BBM sebesar Rp46.762.500,00 diragukan kebenarannya, dengan rincian:

1) 16/05/17 660/11/SPJ/SETDA/2017 Rp4.377.500,00

2) 03/08/17 071/18/SPJ/SETDA/2017 Rp4.635.000,00

3) 21/08/17 352/19/SPJ/SETDA/2017 Rp4.675.000,00

4) 21/08/17 353/19/SPJ/SETDA/2017 Rp4.950.000,00

5) 21/08/17 357/19/SPJ/SETDA/2017 Rp4.950.000,00

6) 10/10/17 101/24/SPJ/SETDA/2017 Rp4.635.000,00

7) 18/12/17 038/NIHIL/SPJ/SETDA/2017 Rp4.635.000,00

8) 30/10/17 830/27/SPJ/SETDA/2017 Rp6.500.000,00

9) 30/10/17 831/27/SPJ/SETDA/2017 Rp7.405.000,00

Jumlah 46.762.500,00

c) Transaksi pembelian jumlah liter BBM selalu sama, sebanyak 900 atau 850 liter setiap satu transaksi pengeluaran. Kemudian besaran nilai antar bukti-bukti pendukung tidak sinkron. Yaitu berupa bukti pengeluaran/belanja dengan kwitansi, nota dinas permintaan BBM, atau nota/kwitansi dari penyedia barang

d) Surat pemberitahuan pemadaman listrik dari PLN yang bernomor surat sama. Namun, dengan tanggal surat berbeda yang ditulis tangan atau tanpa tanggal surat

e) Transaksi pengeluaran yang tidak dapat ditunjukkan bukti-bukti pengeluarannya.

Terkait biaya BBM Genset di Pemkot Prabumulih ini, hingga berita ini diturunkan klikanggaran.com kesulitan menghubungi Humas Pemkot Prabumulih minta tanggapannya.

 

Penulis : Budi Suwarno

Baca juga : Pembukaan Sejumlah Rekening di Pemkot Prabumulih Tanpa Keputusan Walikota?

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
%d blogger menyukai ini: