Korupsi

MAKI Sebut, Pengungkapan Aktor Utama Dana Hibah Sumsel 2013 Ada Titik Terang?

Palembang, Klikanggaran.com (16-11-2018) – Upaya Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memburu aktor utama dan pelaku lain dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana hibah pada APBD Sumsel 2013 yang merugikan negara ratusan miliar sepertinya akan berbuah hasil.

Pergantian pucuk pimpinan Tim Sukses Daerah (TKD) Sumsel Jokowi-Ma’aruf oleh “Erick Thohir” seakan pertanda, buruan MAKI akan segera terjerat setelah berbagai upaya dilakukan oleh pihak MAKI selama ini.

Diduga hal ini juga terkait dengan pernyataan Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman, ke Mendagri, Cahyo Kumolo, di Palembang beberapa waktu lalu menjelang pelantikan PJ Gubernur Sumsel (21/9/18).

“Tolong sampaikan ke Pak Presiden, apa tidak ada lagi orang lain yang bisa menjadi Ketua Timses selain “AN”,” ujar Boyamin.

Tanggal 6 April 2017 Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mendaftarkan gugatan Praperadilan Pidana pertama untuk kasus dugaan korupsi dana hibah pada APBD Sumsel 2013 hingga terbitlah Sprindik 45 tertanggal 5 Mei 2017.

Setelah hampir 1 tahun sejak terbit sprindik 45 belum juga ada penetapan tersangka baru, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kembali melakukan Prapid 2, 3, dan 4, dan dinyatakan secara tegas oleh Kejagung bahwa perkara mega korupsi dana hibah pada APBD Sumsel akan segera dituntaskan.

Setelah dua kali ekspose perkara yaitu tanggal 9 September dan tanggal 10 Oktober 2018, Jampidsus, Adi Togarisman, memberikan pernyataan kepada awak media (14/11).

“Tenang saja, kasus ini masih berjalan di sini, masih proses pokoknya ya,” ujar Adi.

Menjadi tanda tanya masyarakat umum, siapakah orang yang berada di belakang layar hingga kasus dugaan korupsi dana hibah pada APBD Sumsel 2013 sedemikian lamban proses pengungkapanya?

“Terlampau sering orang-orang Kejaksaan Agung berkata di media masa, akan menetapkan tersangka baru dan menyatakan proses hukum terus berjalan, namun sampai saat ini hasilnya masih belum ada,” ujar Feri Kurniawan, Deputi MAKI Sumsel.

Menurut Feri, rumor yang beredar, ada orang-orang istana yang meminta penundaan sementara karena adanya perlehatan Asian Games demi nama baik bangsa, kemudian Pilgub Sumsel 2018, dan sekarang Pilpres 2019, yang entah sampai kapan perkara ini dapat dituntaskan.

“Pengungkapan kasus korupsi dana hibah pada APBD Sumsel 2013 menjadi pertaruhan pada Pilpres 2019 dan akan menjadi kampanye hitam ataukah kampanye putih, tergantung dengan keberanian Kejagung mengungkapnya,” kata Feri, pada Klikanggaran.com Jumat (16-11-2018).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
%d blogger menyukai ini: