Peristiwa Daerah

Siswa Putus Sekolah Banyak, Kinerja Disdik dan Dewan Kabupaten Bekasi Dipertanyakan

Jakarta, Klikanggaran.com (05-12-2018) – Pada tahun 2017 hampir 2.000 siswa di Kabupaten Bekasi putus sekolah. Siswa putus sekolah ini paling banyak terjadi di tingkat SMK, mencapai 828 siswa sepanjang tahun 2017.

Pada tahun 2017, sebanyak 441 siswa SD, 451 siswa SMP, 247 siswa SMA, dan 828 siswa SMK mengalami putus sekolah. Sehingga jumlah siswa putus sekolah di Kabupaten Bekasi sangat tinggi, total ada 1.967 siswa.

Terkait banyaknya siswa putus sekolah ini, kinerja Disdik dan Dewan Kabupaten Bekasi dipertanyakan oleh Alaska. Alaska menilai, tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Bekasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah faktor kemiskinan, penyebaran narkoba, dan pergaulan bebas.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi mempengaruhi angka putus sekolah,” tutur Adri Zulpianto, Koordinator ALASKA (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran), gabungan dari Lembaga KAKI Publik (Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik) dan Lembaga CBA (Center for Budget Analysis), pada Klikanggaran.com, Selasa (04/12).

“Karena di Kabupaten Bekasi masih ada sekolah yang memungut biaya bulanan dari orangtua siswa. Sehingga orangtua tidak mampu membiayai putra-putrinya sekolah dan lebih memilih untuk menarik diri dari dunia pendidikan,” lanjutnya.

Angka kemiskinan tergambar dari penerima program Indonesia Pintar di Kabupaten Bekasi yang tergolong tinggi. Penerima program Indonesia Pintar di Kabupaten Bekasi untuk SD sebesar 33,3%, SMP 59,5%, SMA 65,0%, dan SMK 66,8%.

“Tingginya angka penerima program Indonesia Pintar ini jelas menggambarkan banyaknya siswa yang tergolong tidak mampu,” kata Adri.

Alaska juga menilai, penyebaran narkoba di Kabupaten Bekasi semakin marak, terutama di desa-desa yang jauh dari pantauan pemerintah. Darurat narkoba dibuktikan dengan adanya penangkapan terhadap 34 sindikat pengedar narkoba. Ditambah dengan adanya kampung narkoba yang juga berada di Kabupaten Bekasi.

Dampak maraknya peredaraan narkoba di Kabupaten Bekasi adalah anak-anak remaja sekolah yang menjadi target. Terbukti, pada tahun 2017 sebanyak 500 remaja sekolah terjaring sebagai pengguna narkoba. Dan, sebagian besar adalah remaja sekolah tingkat pertama hingga tingkat menengah atas.

Tak hanya itu, pergaulan bebas di Kabupaten Bekasi pun tinggi, sekitar 70% terjangkit seks bebas. Angka ini mengantarkan Kabupaten Bekasi sebagai daerah ketiga terbesar Jabar berpasien HIV/AIDS. Bahkan, pada tahun 2015 Departemen Agama menyebut sebesar 50,1% remaja sekolah di Kabupaten Bekasi sudah tidak lagi perawan.

“Alaska menilai Disdik dan DPRD Kabupaten Bekasi gagal paham terhadap pembangunan SDM dan pembangunan pendidikan di Kabupaten Bekasi. Padahal anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui APBN mencapai Rp 73,4 miliar. Anggaran ini untuk keperluan sekolah dan guru beserta tenaga kependidikan di Kabupaten Bekasi,” papar Adri.

Tapi, lanjutnya, Disdik dan DPRD Kabupaten Bekasi minim sosialisasi terhadap sekolah-sekolah. Tidak turun langsung ke sekolah melakukan tindakan pencegahan.

“Sehingga, anggaran yang harusnya untuk pembangunan SDM di dunia pendidikan gagal, dan cenderung dikorupsi oleh para oknum pejabat,” tutup Adri.

 

Penulis : Tim Berita

Baca juga : Lebih Penting Stadion, Sekolah di Kabupaten Bekasi Banyak Rusak?

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
%d blogger menyukai ini: