Peristiwa Ibu Kota

PT Garuda Indonesia Menuju Collapse, Karyawan Lakukan Aksi Mogok Kerja

Jakarta, Klikanggaran.com (02-05-2018) – Isu-isu tak sedap menuju collapsenya perusahaan plat merah, yaitu PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, diduga benar adanya.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan sejumlah kayawan PT Garuda Indonesia yang sudah mulai geram akan apa yang terjadi di Internal PT Garuda Indonesia itu sendiri. Sejumlah karyawan PT Garuda Indonesia melancarkan aksinya dengan mogok kerja serta konferensi pers dengan para awak media pada Rabu (02/05) di Pulau Dua Restaurant, Jakarta Pusat.

Para karyawan tersebut terhimpun dalam Serikat Bersama/Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia dengan tujuan meminta pemerintah agar menyelesaikan dan menyelamatkan masalah besar yang terjadi di dalam tubuh PT Garuda Indonesia. Dan, pemerintah harus dengar kondisi PT Garuda Indonesia saat ini.

“Kami yang mogok kerja di sini paham ini tidak baik dan sebenarnya kami pun tidak ingin untuk melakukannya di tengah pekerjaan. Tapi, demi kebaikan dan menyelamatkan PT Garuda Indonesia, kami tidak ingin pemerintah tidak tahu akan kondisi PT Garuda Indonesia saat ini. Kami para karyawan yang aksi di sini bukan meminta untuk disejahterakan, tapi hanya ingin didengar bagaimana kondisi keuangan perusahaan dan membengkaknya jumlah direksi,” jelas Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan Nasution dalam wawancara di Konferensi Pers tadi siang, Rabu (02/05).

Selama ini PT Garuda Indonesia yang dinahkodai oleh Direktur Utama Pahala N Mansury yang merupakan mantan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri, dianggap telah gagal dalam memimpin perusahaan plat merah milik negara tersebut.

Hal ini membuktikan kegagalan Dirut PT Garuda Indonesia tidak mampu mengelola kondisi kinerja. Keuangan Garuda Indonesia mengalami kerugian, tapi terus menambah jumlah direksi, yang dari tahun 2014 ke 2018 meningkat. Adanya aksi karyawan mogok kerja pun merupakan bukti lain Dirut tidak bisa memimpin dengan baik di internal perusahaan Garuda Indonesia. Begitu pula dengan profit (loss), sebagaimana rincian di bawah ini :

– Tahun 2015 jumlah direksi adalah sebanyak 7 orang dan ptofit (loss)nya sebesar USD77.974.161.

– Tahun 2016 jumlah direksi menjadi delapan dengan profit (loss) sebesar USD9.364.858

– Tahun 2017 jumlah direksi sembilan dengan profit (loss) sebesar USD213.389.678

Akan tetapi, kondisi keuangan PT Garuda Indonesia malah mengalami kerugian. Hal ini dianggap oleh para karyawan PT Garuda Indonesia yang melakukan aksi mogok tersebut, telah terjadi kegagalan manajemen di PT Garuda Indonesia (persero) Tbk.

“Mungkin di perusahaan lain Dirut bisa mengelola, tapi di perusahaan PT Garuda Indonesia Ia belum bisa mengelola,” tegas Ahmad Irfan.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
%d blogger menyukai ini: